<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Guru &#8211; SDTQ Imam Syafii</title>
	<atom:link href="https://sdtqimamsyafii.sch.id/blog-kat/guru/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sdtqimamsyafii.sch.id</link>
	<description>Berilmu dan Beramal Qurani</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 Aug 2026 03:26:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2024/07/cropped-logo-baru-png-32x32.png</url>
	<title>Guru &#8211; SDTQ Imam Syafii</title>
	<link>https://sdtqimamsyafii.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Guru: Profesi Paling Dipercaya, Amanah Terbesar dalam Mendidik Generasi</title>
		<link>https://sdtqimamsyafii.sch.id/blog/guru-profesi-paling-dipercaya-amanah-terbesar-dalam-mendidik-generasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[mudir]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 03:26:40 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sdtqimamsyafii.sch.id/?post_type=blog&#038;p=7143</guid>

					<description><![CDATA[&#160; &#8220;Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sebaik-baiknya.&#8221; (HR. Al-Baihaqi) Di tengah berbagai perubahan zaman, satu hal yang patut disyukuri adalah bahwa profesi guru masih menjadi profesi yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia. Hasil survei IPSOS Global Trustworthiness Index menunjukkan bahwa guru berada di posisi teratas dalam tingkat kepercayaan publik. Kepercayaan ini bukan sekadar sebuah penghargaan. Ia adalah amanah. Kepercayaan diberikan karena masyarakat meyakini bahwa guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai, dan menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa. Kepercayaan Dibangun Setiap Hari Kepercayaan tidak lahir dari jabatan ataupun gelar. Ia dibangun melalui keteladanan, kejujuran, kesabaran, dan konsistensi dalam mendidik. Setiap sapaan hangat kepada murid, setiap waktu yang diluangkan untuk membimbing mereka, setiap nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang, hingga setiap kesabaran menghadapi berbagai karakter anak adalah bagian dari proses membangun kepercayaan tersebut. Masyarakat menitipkan anak-anak mereka kepada guru bukan hanya agar menjadi pintar, tetapi juga agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia. Sekolah adalah Tempat Bertumbuh Bersama Lingkungan sekolah hendaknya menjadi tempat yang dipenuhi semangat belajar, saling menghargai, dan berlomba dalam kebaikan. Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar. Namun, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka, santun, dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<h1><strong><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-7144 alignleft" src="https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2026/08/Survey-Profesi-Paling-dipercaya-SDTQ-Imam-Syafii-Jakarta-240x300.jpeg" alt="" width="300" height="376" srcset="https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2026/08/Survey-Profesi-Paling-dipercaya-SDTQ-Imam-Syafii-Jakarta-240x300.jpeg 240w, https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2026/08/Survey-Profesi-Paling-dipercaya-SDTQ-Imam-Syafii-Jakarta-819x1024.jpeg 819w, https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2026/08/Survey-Profesi-Paling-dipercaya-SDTQ-Imam-Syafii-Jakarta-768x960.jpeg 768w, https://sdtqimamsyafii.sch.id/wp-content/uploads/2026/08/Survey-Profesi-Paling-dipercaya-SDTQ-Imam-Syafii-Jakarta.jpeg 1220w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></strong></h1>
<p><em>&#8220;Sesungguhnya Allah mencintai apabila salah seorang di antara kalian melakukan suatu pekerjaan, ia melakukannya dengan sebaik-baiknya.&#8221;</em> (HR. Al-Baihaqi)</p>
<p>Di tengah berbagai perubahan zaman, satu hal yang patut disyukuri adalah bahwa <strong>profesi guru masih menjadi profesi yang paling dipercaya oleh masyarakat Indonesia</strong>. Hasil survei IPSOS Global Trustworthiness Index menunjukkan bahwa guru berada di posisi teratas dalam tingkat kepercayaan publik.</p>
<p>Kepercayaan ini bukan sekadar sebuah penghargaan. Ia adalah <strong>amanah</strong>.</p>
<p>Kepercayaan diberikan karena masyarakat meyakini bahwa guru bukan hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter, menanamkan nilai, dan menjadi teladan bagi generasi penerus bangsa.</p>
<h2>Kepercayaan Dibangun Setiap Hari</h2>
<p>Kepercayaan tidak lahir dari jabatan ataupun gelar. Ia dibangun melalui keteladanan, kejujuran, kesabaran, dan konsistensi dalam mendidik.</p>
<p>Setiap sapaan hangat kepada murid, setiap waktu yang diluangkan untuk membimbing mereka, setiap nasihat yang disampaikan dengan kasih sayang, hingga setiap kesabaran menghadapi berbagai karakter anak adalah bagian dari proses membangun kepercayaan tersebut.</p>
<p>Masyarakat menitipkan anak-anak mereka kepada guru bukan hanya agar menjadi pintar, tetapi juga agar menjadi pribadi yang berakhlak mulia.</p>
<h2>Sekolah adalah Tempat Bertumbuh Bersama</h2>
<p>Lingkungan sekolah hendaknya menjadi tempat yang dipenuhi semangat belajar, saling menghargai, dan berlomba dalam kebaikan.</p>
<p>Perbedaan pendapat adalah sesuatu yang wajar. Namun, hendaknya diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka, santun, dan musyawarah.</p>
<p>Budaya saling menjatuhkan, bergosip, membangun kelompok-kelompok yang memecah persatuan, atau persaingan yang tidak sehat hanya akan mengurangi keberkahan pendidikan yang sedang kita bangun bersama.</p>
<p>Sebaliknya, ketika para guru saling mendukung dan saling mendoakan, murid-murid akan tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh keteladanan.</p>
<h2>Mengajar adalah Investasi Akhirat</h2>
<p>Tidak semua profesi memiliki kesempatan untuk meninggalkan warisan yang hidup di hati manusia.</p>
<p>Guru memiliki keistimewaan tersebut.</p>
<p>Setiap huruf yang diajarkan, setiap akhlak yang dicontohkan, setiap doa yang dipanjatkan untuk murid, dan setiap kesabaran dalam mendidik dapat menjadi <strong>amal jariyah</strong> yang terus mengalir.</p>
<p>Bisa jadi bertahun-tahun kemudian, seorang murid menjadi dokter yang menyelamatkan nyawa, guru yang mengajarkan ilmu, pemimpin yang amanah, pengusaha yang jujur, atau orang tua yang berhasil mendidik anak-anaknya. Semua itu berawal dari benih-benih kebaikan yang pernah ditanamkan oleh gurunya.</p>
<p>Rasulullah ﷺ bersabda:</p>
<blockquote><p><strong>&#8220;Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang mendoakannya.&#8221;</strong><br />
<em>(HR. Muslim)</em></p></blockquote>
<p>Mengajarkan ilmu yang bermanfaat merupakan salah satu jalan menuju amal yang terus mengalir, bahkan setelah seseorang meninggalkan dunia.</p>
<h2>Kemuliaan Guru</h2>
<p>Kemuliaan seorang guru tidak diukur dari jabatan, popularitas, atau penghargaan yang diterimanya.</p>
<p>Kemuliaan seorang guru terletak pada:</p>
<ul>
<li>Amanah yang dijaga.</li>
<li>Ilmu yang diwariskan.</li>
<li>Akhlak yang dicontohkan.</li>
<li>Murid-murid yang tumbuh menjadi manusia yang bermanfaat.</li>
</ul>
<p>Karena sesungguhnya, <strong>guru terbaik adalah mereka yang kehadirannya membuat orang lain bertumbuh, bukan mereka yang sekadar dikenal banyak orang.</strong></p>
<h2>Sebuah Doa untuk Seluruh Guru</h2>
<blockquote><p><strong>اللهم بارك في معلمينا، وأعنهم على أداء الأمانة، واجعلهم من عبادك المخلصين.</strong></p>
<p>Ya Allah, berkahilah seluruh guru kami.</p>
<p>Kuatkan mereka dalam menjaga amanah pendidikan.</p>
<p>Anugerahkan kesabaran, kelembutan, kebijaksanaan, keikhlasan, dan kegembiraan dalam mendidik setiap anak.</p>
<p>Jadikan setiap ilmu yang mereka ajarkan sebagai ilmu yang bermanfaat, menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir hayat, dan menjadi sebab lahirnya generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.</p>
<p>Satukan hati para pendidik dalam kebaikan, jauhkan dari perselisihan yang tidak membawa manfaat, dan istiqamahkan mereka dalam jalan ilmu dan dakwah.</p>
<p><strong>Aamiin Ya Rabbal &#8216;Alamin.</strong></p>
<p>&nbsp;</p></blockquote>
<p>Di tengah berbagai tantangan dunia pendidikan, mari kita kembali mengingat bahwa menjadi guru bukan sekadar sebuah profesi, tetapi sebuah panggilan untuk membangun peradaban.</p>
<p><strong>Bukan jabatan yang membuat seorang guru mulia, tetapi amanah yang dijaga, keteladanan yang diberikan, dan ilmu yang diwariskan kepada generasi sepanjang zaman.</strong></p>
<p>Semoga tulisan sederhana ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga kepercayaan yang telah Allah dan masyarakat titipkan kepada setiap pendidik.</p>
<p><strong>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemanfaatan AI untuk Pembelajaran dengan Tetap Menjaga Nilai-Nilai Syariat</title>
		<link>https://sdtqimamsyafii.sch.id/blog/pemanfaatan-ai-untuk-pembelajaran-dengan-tetap-menjaga-nilai-nilai-syariat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Asatidz]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2026 09:23:30 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sdtqimamsyafii.sch.id/?post_type=blog&#038;p=7125</guid>

					<description><![CDATA[Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan berbagai kemudahan dalam dunia pendidikan, termasuk hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini dapat membantu guru, siswa, dan orang tua dalam mencari informasi, menyusun materi belajar, membuat latihan soal, hingga mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran. Sebagai lembaga pendidikan Islam, SDTQ Imam Syafii memandang bahwa AI merupakan sebuah alat (wasilah) yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan selama digunakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Sebagaimana teknologi lainnya, AI bukanlah sesuatu yang baik atau buruk dengan sendirinya, namun nilai penggunaannya ditentukan oleh tujuan dan cara pemanfaatannya. Dalam kegiatan belajar mengajar, AI dapat membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih cepat, memberikan alternatif penjelasan yang mudah dipahami, serta membantu guru menyusun bahan ajar yang lebih efektif. Namun demikian, penggunaan AI tidak boleh menggantikan peran guru sebagai pendidik, pembimbing akhlak, dan teladan bagi peserta didik. Kami juga mengingatkan bahwa setiap informasi yang diberikan oleh AI perlu diverifikasi kebenarannya. Siswa perlu dibimbing untuk tidak langsung mempercayai seluruh jawaban yang diberikan, melainkan tetap melakukan tabayyun (klarifikasi) dan merujuk kepada sumber yang terpercaya, terutama dalam perkara agama. Selain itu, penggunaan AI harus dijauhkan dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat, seperti membuka konten yang tidak pantas, membuat gambar atau tulisan yang mengandung unsur maksiat, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Perkembangan teknologi saat ini menghadirkan berbagai kemudahan dalam dunia pendidikan, termasuk hadirnya Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Teknologi ini dapat membantu guru, siswa, dan orang tua dalam mencari informasi, menyusun materi belajar, membuat latihan soal, hingga mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran.</p>
<p>Sebagai lembaga pendidikan Islam, SDTQ Imam Syafii memandang bahwa AI merupakan sebuah alat (wasilah) yang dapat dimanfaatkan untuk kebaikan selama digunakan sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Sebagaimana teknologi lainnya, AI bukanlah sesuatu yang baik atau buruk dengan sendirinya, namun nilai penggunaannya ditentukan oleh tujuan dan cara pemanfaatannya.</p>
<p>Dalam kegiatan belajar mengajar, AI dapat membantu siswa memahami pelajaran dengan lebih cepat, memberikan alternatif penjelasan yang mudah dipahami, serta membantu guru menyusun bahan ajar yang lebih efektif. Namun demikian, penggunaan AI tidak boleh menggantikan peran guru sebagai pendidik, pembimbing akhlak, dan teladan bagi peserta didik.</p>
<p>Kami juga mengingatkan bahwa setiap informasi yang diberikan oleh AI perlu diverifikasi kebenarannya. Siswa perlu dibimbing untuk tidak langsung mempercayai seluruh jawaban yang diberikan, melainkan tetap melakukan tabayyun (klarifikasi) dan merujuk kepada sumber yang terpercaya, terutama dalam perkara agama.</p>
<p>Selain itu, penggunaan AI harus dijauhkan dari hal-hal yang bertentangan dengan syariat, seperti membuka konten yang tidak pantas, membuat gambar atau tulisan yang mengandung unsur maksiat, menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya, maupun menggunakan AI untuk melakukan kecurangan dalam tugas dan ujian. Nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab harus tetap menjadi landasan utama dalam belajar.</p>
<p>Oleh karena itu, SDTQ Imam Syafii mendorong pemanfaatan AI secara bijak sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, memperluas wawasan, dan mendukung produktivitas guru maupun siswa. Dengan pendampingan yang baik dari guru dan orang tua, insya Allah teknologi AI dapat menjadi salah satu sarana untuk melahirkan generasi Qurani yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam.</p>
<p><em>&#8220;Al-Hikmah adalah barang berharga milik orang beriman, di mana pun ia menemukannya maka ia lebih berhak mengambilnya.&#8221;</em> (HR. Tirmidzi)</p>
<p>Semoga Allah Ta&#8217;ala memberikan taufik kepada kita dalam memanfaatkan setiap perkembangan teknologi untuk kebaikan, kemaslahatan umat, dan pendidikan generasi penerus bangsa. Aamiin.</p>
<div id="gtx-trans" style="position: absolute; left: -28px; top: 75.5417px;">
<div class="gtx-trans-icon"></div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Membangun Generasi Rabbani: Sinergi Adab Murid, Orang Tua dan Profesionalisme Guru</title>
		<link>https://sdtqimamsyafii.sch.id/blog/membangun-generasi-rabbani-sinergi-adab-murid-orang-tua-dan-profesionalisme-guru/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Asatidz]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Feb 2026 14:20:04 +0000</pubDate>
				<guid isPermaLink="false">https://sdtqimamsyafii.sch.id/?post_type=blog&#038;p=7114</guid>

					<description><![CDATA[Di SDTQ Imam Syafi&#8217;i Jakarta, kami meyakini bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu (tashilul &#8216;ilm), melainkan proses penanaman nilai yang berakar pada wahyu. Fokus utama kami adalah menciptakan ekosistem pendidikan di mana Adab, Profesionalisme, dan Kolaborasi berjalan beriringan. 1. Adab Siswa: Menjemput Cahaya Ilmu Ilmu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang keruh. Merujuk pada wasiat Imam Syafi&#8217;i, kami menekankan bahwa keberkahan hafalan Al-Qur&#8217;an sangat bergantung pada sejauh mana siswa menjaga adabnya. Siswa dididik untuk memiliki ikhlas dalam niat, tawadhu kepada guru, dan shabr dalam menjaga murajaah. 2. Profesionalisme Guru: Meneladani Sang Pendidik Ulung Bagi pengajar kami, mengajar adalah amanah langit. Kami menerapkan prinsip Itqan (bekerja secara tuntas dan berkualitas) serta menempatkan diri sebagai Qudwah Hasanah (teladan yang baik). Guru tidak hanya mentransfer hafalan, tetapi juga menjadi cerminan akhlak bagi para santri. 3. Kolaborasi Orang Tua: Madrasah Pertama Kami percaya bahwa sekolah adalah mitra, sementara rumah adalah Madrasah Al-Ula (sekolah utama). Kesuksesan ananda menghafal Al-Qur&#8217;an memerlukan keterlibatan aktif orang tua melalui: Keselarasan Aturan: Apa yang diajarkan di sekolah, diperkuat kembali di rumah. Lingkungan Rumah yang Qur’ani: Menciptakan suasana yang tenang dan mendukung proses murajaah harian. Komunikasi Terbuka: Bersinergi memantau perkembangan karakter dan capaian hafalan ananda secara [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div id="model-response-message-contentr_7233219189fac93c" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<div id="model-response-message-contentr_2d42cb61adf66ea2" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p data-path-to-node="4">Di <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="3">SDTQ Imam Syafi&#8217;i Jakarta</b>, kami meyakini bahwa pendidikan bukan sekadar transfer ilmu (<i data-path-to-node="4" data-index-in-node="90">tashilul &#8216;ilm</i>), melainkan proses penanaman nilai yang berakar pada wahyu. Fokus utama kami adalah menciptakan ekosistem pendidikan di mana <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="229">Adab</b>, <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="235">Profesionalisme</b>, dan <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="256">Kolaborasi</b> berjalan beriringan.</p>
<h3 data-path-to-node="5">1. Adab Siswa: Menjemput Cahaya Ilmu</h3>
<p data-path-to-node="6">Ilmu adalah cahaya, dan cahaya tidak akan masuk ke dalam hati yang keruh. Merujuk pada wasiat Imam Syafi&#8217;i, kami menekankan bahwa keberkahan hafalan Al-Qur&#8217;an sangat bergantung pada sejauh mana siswa menjaga adabnya. Siswa dididik untuk memiliki <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="246">ikhlas</i> dalam niat, <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="265">tawadhu</i> kepada guru, dan <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="290">shabr</i> dalam menjaga murajaah.</p>
<h3 data-path-to-node="7">2. Profesionalisme Guru: Meneladani Sang Pendidik Ulung</h3>
<p data-path-to-node="8">Bagi pengajar kami, mengajar adalah amanah langit. Kami menerapkan prinsip <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="75">Itqan</b> (bekerja secara tuntas dan berkualitas) serta menempatkan diri sebagai <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="152">Qudwah Hasanah</b> (teladan yang baik). Guru tidak hanya mentransfer hafalan, tetapi juga menjadi cerminan akhlak bagi para santri.</p>
<h3 data-path-to-node="9">3. Kolaborasi Orang Tua: Madrasah Pertama</h3>
<p data-path-to-node="10">Kami percaya bahwa sekolah adalah mitra, sementara rumah adalah <b data-path-to-node="10" data-index-in-node="64">Madrasah Al-Ula</b> (sekolah utama). Kesuksesan ananda menghafal Al-Qur&#8217;an memerlukan keterlibatan aktif orang tua melalui:</p>
<ul data-path-to-node="11">
<li>
<p data-path-to-node="11,0,0"><b data-path-to-node="11,0,0" data-index-in-node="0">Keselarasan Aturan:</b> Apa yang diajarkan di sekolah, diperkuat kembali di rumah.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="11,1,0"><b data-path-to-node="11,1,0" data-index-in-node="0">Lingkungan Rumah yang Qur’ani:</b> Menciptakan suasana yang tenang dan mendukung proses murajaah harian.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="11,2,0"><b data-path-to-node="11,2,0" data-index-in-node="0">Komunikasi Terbuka:</b> Bersinergi memantau perkembangan karakter dan capaian hafalan ananda secara berkala.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-path-to-node="12">4. Lingkungan Tinggal: Ladang Implementasi</h3>
<p data-path-to-node="13">Pendidikan tidak berhenti di gerbang sekolah. Kami mendorong siswa untuk menjadi &#8220;garam&#8221; di lingkungan tempat tinggalnya.</p>
<ul data-path-to-node="14">
<li>
<p data-path-to-node="14,0,0"><b data-path-to-node="14,0,0" data-index-in-node="0">Kesalehan Sosial:</b> Mengaplikasikan adab Islam dalam bertetangga dan berinteraksi di masyarakat.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="14,1,0"><b data-path-to-node="14,1,0" data-index-in-node="0">Menjadi Teladan:</b> Siswa SDTQ Imam Syafi&#8217;i diharapkan menjadi contoh dalam kedisiplinan beribadah dan keramahan di lingkungan sekitar, sesuai dengan perintah Nabi ﷺ untuk menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi orang lain.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-path-to-node="16">Sinergi Menuju Ridha Ilahi</h3>
<p data-path-to-node="17">Pendidikan adalah kerja besar yang membutuhkan &#8220;satu desa&#8221; untuk mendidik satu anak. Ketika guru yang profesional bersinergi dengan orang tua yang suportif, serta didukung lingkungan yang positif, maka akan lahir generasi penghafal Al-Qur&#8217;an yang kuat imannya dan mulia akhlaknya.</p>
<p data-path-to-node="18"><b data-path-to-node="18" data-index-in-node="0">Mari bergabung bersama keluarga besar SDTQ Imam Syafi&#8217;i Jakarta. Bersama, kita siapkan mahkota kemuliaan untuk masa depan.</b></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
