
Jakarta, 24 Januari 2026 – Hujan yang mengguyur ibu kota tidak menyurutkan langkah para pejuang Qurani. SDTQ Imam Syafii sukses menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahunan dengan tema filosofis: “Dalam Perahu untuk Berlabuh dan Berjuang Bersama”. Sebuah momentum untuk mengarungi ombak zaman demi mengantarkan anak didik dan masyarakat menuju masa depan yang cerah dengan izin Allah.

Acara dibuka dengan sesi refleksi yang menyentuh hati—mengenang sejarah perjalanan awal berdirinya sekolah. Mengingat kembali setiap tetes keringat dan doa yang membangun fondasi SDTQ Imam Syafii memberikan suntikan semangat baru bagi para guru dan staf. Sesi ini memperkuat kesadaran bahwa sekolah ini bukan sekadar institusi, melainkan amanah besar yang harus dijaga bersama.

Dalam suasana yang transparan, yayasan melakukan sharing ulang budaya kerja untuk memastikan setiap individu memiliki nafas perjuangan yang sama. Tidak hanya itu, update strategis yayasan ke depan juga dipaparkan secara gamblang agar terjadi penyelarasan (alignment) gerak langkah.
Diskusi ini difasilitasi oleh Certified Master Trainer BNSP & International Agile Coach, membawa metode diskusi yang modern, lincah, dan penuh optimisme.

Guna meningkatkan profesionalitas, raker ini menghadirkan sesi sharing & nasehat pendidikan dari pakar berpengalaman. Beberapa poin utama yang ditekankan adalah:
Mendidik dengan Hati: Bagaimana Al-Qur’an menjadi ruh dalam setiap interaksi.
Pelayanan Prima: Profesionalitas dalam melayani orang tua santri dan stakeholders.
Manajemen Aset Digital: Pemanfaatan teknologi untuk efisiensi dan kreativitas pembelajaran agar manfaatnya terasa lebih luas bagi masyarakat.


Sebagai bentuk syukur, yayasan memberikan apresiasi dan reward bagi guru dan staf yang menunjukkan interaksi, kedisiplinan, dan pelayanan terbaik. Penilaian ini diambil secara objektif melalui sistem Digital Management Asset sekolah, menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan rasa memiliki terhadap aset-aset sekolah.
“Alhamdulillah, semangat kami tetap cerah meski cuaca hujan. Kami sadar kami berada di perahu yang sama. Jika satu mendayung, semua harus selaras agar perahu ini sampai ke tujuan,” ungkap salah satu
pengurus yayasan.
Dengan bekal ilmu dari narasumber dan strategi yang matang, SDTQ Imam Syafii siap berkontribusi lebih besar, menjadi sekolah yang tidak hanya melahirkan penghafal Qur’an, tapi juga insan yang berilmu, beramal, dan profesional.
SDTQ Imam Syafii: Berilmu dan Beramal Qur’ani.
